Berbagai Macam Tahun Baru

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, tahun baru berarti hari permulaan tahun. Permulaan tahun ini pun memiliki versi yang berbeda-beda sesuai budaya, agama berbagai bangsa di dunia ini, namun intinya tetap sama yaitu hari permulaan suatu tahun. Berikut ini adalah berbagai macam tahun baru di dunia ini :

Tahun Baru Masehi
Tahun baru inilah yang paling banyak dipakai oleh penduduk bumi. Pada jaman Romawi Kuno, tahun baru masehi ditetapkan pada 1 Maret tapi kemudian diubah ke 1 Januari. Beberapa bangsa di Eropa awalnya menetapkan 25 Maret sebagai tahun baru namun berubah menjadi 1 Januari setelah mereka resmi memakai kalender Gregorian.

Tahun Baru Hijriyah
Dinamakan tahun baru Hijriyah karena tahun pertama penanggalan ini adalah ketika Rasulullah Muhammad SAW Hijrah ke Yastrib (sekarang Madinah). Tahun baru Hijriyah baru didiskusikan setelah Rasulullah SAW wafat. Lalu pada 638 M, khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal tahun hijriyah adalah tahun saat Rasulullah hijrah ke Madinah bertepatan dengan Jumat, 16 Juli 622 (saya cek di http://www.islamicfinder.org/dateConversion.php).

Tahun Baru Imlek
Tahun baru Imlek ditetapkan berdasarkan peredaran bulan yang dikombinasikan dengan peredaran matahari dan pergantian musim dari musim dingin ke musim semi. Tahun pertama Imlek diambil dari tahun kelahiran Khong Hu Cu atau Kong Fu Tse pada 551 SM. Di tahun baru ini, ada beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di antaranya, membakar petasan, saling berkunjung dan berbagi angpao.

Tahun Baru Singh
Penganut Singh merayakan tahun baru berdasarkan Kalender Nanakshahi setiap 14 Maret. Kalender Nanakshasi adalah kalender solar yang diadopsi oleh Shiromani Gurdwara Prabhandak Committee dan didesain oleh Pal Singh Purewal untuk menggantikan kalender Hindu.

Rosh Hasanah
Tahun baru bagu umat Yahudi, jatuh sebelum tanggal 5 September pada kalender masehi

Tahun Baru Jepang
Tahun baru (正月 shōgatsu)  Jepang jatuh pada tanggal 1 Januari sejak pemerintah Jepang menggunakan kalender Masehi pada tahun 1873. Tahun baru di Jepang dirayakan selama 3 hari dari tanggal 1 sampai tanggal 3 Januari. Malam tahun baru disebut ōmisoka (大晦日) dan pada tengah malam lonceng kuil dibunyikan 108 kali sebagai perlambang nafsu jahat yang harus dihindari.


Follow @petraya