Buku Bagus Untuk Pendidikan Yang Bagus

Kualitas sumberdaya manusia suatu negara ditentukan oleh kualitas pendidikan di negara tersebut. Kualitas pendidikan didukung oleh beberapa faktor seperti kompetensi pendidik, kondisi finansial lembaga pendidikan, sampai kualitas buku cetak. Mengapa buku cetak? Karena buku jenis ini lah yang langsung digunakan oleh peserta didik dalam menuntut ilmu.

Buku cetak haruslah berkualitas baik dari segi isi maupun kualitas cetakannya. Kualitas isi sangat tergantung dari kapasitas keilmuan sang penyusun kemudian untuk kualitas fisik merupakan hasil kerja percetakan buku. Saat ini, semua buku cetak resmi untuk sekolah-sekolah sudah ditangani pemerintah melalui BSE (Buku Sekolah Elektronik) dimana hak cipta buku pelajaran dibeli oleh pemerintah dan buku produksinya didistribusikan ke sekolah-sekolah di Indonesia. Kecuali itu, kampus atau lembaga pendidikan swasta sering cetak buku pelajaran mereka sendiri untuk siswa mereka namun masih tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku.

Saat artikel ini ditulis, muncul berita menghebohkan soal buku cetak SD yang memuat cerita tentang (maaf) istri simpanan yang berjudul ‘Bang Maman dari Kali Pasir‘. Buku tersebut dinilai tidak layak digunakan sebagai buku pelajaran karena belum saatnya anak kelas 2 SD mengenal kata-kata seperti ‘istri simpanan’ sehingga Banyak pihak yang menuntut agar buku ini ditarik dari peredaran.

Hendaknya sebelum dibawa ke percetakan, buku pelajaran harus disunting terlebih dahulu. Dilihat dan diperiksa isinya apakah sesuai dengan target pembacanya. Memang melelahkan, apalagi jika buku yang dicetak jumlahnya ribuan judul. Namun semua itu memang harus dilakukan demi terciptanya buku bagus untuk pendidikan yang bagus.

filetype:xlsx @rshermina

Follow @petraya