Kekuatan Kata-Kata

Sering kita meremehkan setiap kata yang kita bicarakan. ngomong dulu pikir kemudian.
Tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah kita berucap. Kita tahu bahwa di alam ini ada Hukum Sebab Akibat dan Hukum Kekekalan Energi. Setiap hal yang terjadi pasti memiliki sebab. termasuk kata-kata yang kita ucapkan, tentunya memiliki akibat. Contohnya pada perkembangan anak, setiap kata yang keluar dari mulut orang tua akan berpengaruh besar terhadap si anak di kemudian hari. Hal ini dinamakan “The Power of Words”.

Sering orang tua mengucapkan kata-kata yang menjatuhkan mental anak, seperti (maaf) Goblok, dasar anak nakal.
maka yang tertanam di alam bawah sadar si anak tersebut adalah kata-kata itu dan lama kelamaan perilaku si anak pun menyesuaikan karena dia merasa bahwa dirinya itu bodoh, nakal, bengal, dan sebagainya. Beda jika orang tua mengucapkan kata-kata yang baik terhadap anak, contohnya “Bukannya kamu tidak bisa Nak, tapi belum bisa. Coba belajar lagi”. Anak akan termotivasi untuk lebih belajar karena dia merasa belum bisa, bukannya merasa tidak bisa.

Contoh lain adalah pada label makanan. Makanan kalengan yang masih bagus, belum kadaluarsa jika label kadaluarsanya diganti dengan label tanggal yang sudah lewat, bisa dipastikan orang yang melihat tidak akan mau memakannya. Siapa sih yang mau mengambil resiko makan makanan basi? padahal dalam kenyataan makanan tersebut masih layak makan.

Demikian pula dengan menyusun kata-kata untuk iklan. Seorang copywriter (penyusun tagline atau kalimat iklan) yang baik harus dapat menyusun
kalimat iklan yang efektif, memancing keingintahuan audience, kontroversial namun tidak melanggar norma dan kesopanan. Kesalahan dalam membuat kalimat iklan dapat menjatuhkan image pihak yang beriklan.
Ingat, kalimat yang pendek namun memancing keingintahuan publik jauh lebih baik daripada kalimat bertele-tele yang membuat orang malas membaca.

 

 

<AW>


Follow @petraya