Komputerisasi VS Mesin Percetakan

Industri percetakan, maupun penyablonan paling dicari oleh konsumen, namun mungkinkah di masa komputerisasi ini industri percetakan mulai was-was? Hal ini tentu saja sedikit banyak membuat industri percetakan menjadi resah karena mereka juga terbayang dengan nasib industri cetak foto yang kini sudah banyak yang ambruk sejak kehadiran telepon selular yang mampu memfoto serta menyimpannya dalam chip kecil yang hemat waktu serta hemat biaya yang biasanya disebut kartu memori.

Percetakan sendiri merupakan proses memproduksi tulisan dan gambar dengan tinta hitam atau berwarna sesuai pesanan dan dalam jumlah yang besar, karena jumlah yang harus besar itulah maka hanya sebuah instansi yang bergerak dalam pembuatan buku, brosur, koran, majalah dll yang memasukkan hasil karya mereka ke percetakan kalaupun perseorangan hanya mereka yang mau membuat undangan misalnya undangan pernikahan, hal ini membuat banyak orang mengandalkan komputer dan mesin print bila mereka ingin mencetak beberapa lembar saja. Meskipun ada juga percetakan yang menerima order cetak hanya beberapa eksemplar.

Bahkan setelah adanya mesin fotocopy yang mampu menggandakan hasil print, para konsumen tidak lagi berminat untuk mengenal dunia percetakan, namun hal ini tentunya salah besar. Konsumen harus mampu membandingkan yang benar hasil penggandaan entah itu tulisan maupun gambar yang tentu saja sangat jauh berbeda, hal ini dapat dilihat dari hasil tulisannya, tulisan hasil cetak fotocopy terlihat buram terkadang ada noda hitamnya bergaris-garis serta ada beberapa tulisan yang tiba-tiba hilang dari tempatnya atau tidak terbaca, namun hasil penggandaan dari hasil percetakan dapat jelas dibaca serta jarang ditemukan noda hitam bergaris-garis dan juga bisa diberi gambar dengan warna yang beraneka ragam.

Mesin print sendiri mampu menggandakan hasil tulisan maupun gambar yang ada di file dengan jumlah yang banyak dan hasilnya pun terlihat tebal, bagus namun tentu saja hal ini akan mengakibatkan tinta pada mesin print di komputer anda akan cepat habis sehingga mengharuskan anda untuk membeli lagi dan harganya pun tidak semurah fotocopy serta pemakaian mesin print yang terus-menerus dan dalam jumlah yang besar akan menyebabkan mesin print cepat rusak, biasanya biaya perbaikannya separuh dengan harga print baru atau bahkan sama dengan membeli yang baru.

Jadi, masih layak bukan mesin percetakan dan tetap tidak tergantikan meski sekarang sudah masanya komputerisasi merajalela serta banyaknya toko fotocopy, apakah mau undangan pernikahan anda di fotocopy? Atau dicetak di mesin percetakan dengan kualitas gambar dan kertas yang bagus.


Follow @petraya