Menulis Buku Bestseller? Anda Juga Bisa!

  • 7 Keajaiban Rezeki by Ippho “Right” Santosa
  • Laskar Pelangi – Andrea Hirata
  • Harry Potter and Deathly Hallows – J.K Rowling

Pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk menulis sebuah buku bestseller? Saya rasa setiap orang yang berminat dan menekuni dunia penulisan buku tentulah menginginkan membuat sebuah buku yang bestseller!!! Tetapi, bagaimana caranya? Selama ini ada pandangan, buku bestseller seakan menjadi ‘hak milik’ penulis terkenal saja. Karena, para penulis terkenal tersebut sudah mempunyai ilmu yang mumpuni dalam meracik sebuah buku. Yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana dengan penulis pemula yang ingin menghasilkan karya perdana yang bestseller?

Buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller Edisi Revisi (Fivestar, 2008) yang ditulis oleh Edy Zaqeus benar-benar mengungkapkan cara membuat sebuah buku yang bestseller, secara gamblang dan mudah dicerna bagi siapa saja yang membacanya. Dengan membaca buku ini, Anda akan terstimulus untuk melahirkan sebuah buku masterpiece yang bestseller.

Buku yang berkaitan dengan menulis sudah banyak diterbitkan. Banyak sekali ragamnya, mulai dari cara menulis buku yang baik, mengarang yang mudah, menulis buku fiksi, menulis skenario, editing, menyusun paragraf yang baik, dan sebagainya. Namun, buku yang mengungkap cara menullis buku bestseller saya rasa, baru Edy Zaqeus yang menulisnya. Penulis delapan buku dan empat di antaranya bestseller ini dengan cerdas mengungkap dan merangkumnya dalam buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller ini (selanjutnya disingkat RCMBB).

Buku RCMBB Edisi Perdana (format pocket book) saja mampu menggerakkan hati banyak orang untuk membuat buku, dan terbukti buku mereka pun sebagian di antaranya menjadi bestseller. Beberapa testimoni yang terpilih sebagai pemenang dalam lomba memberikan testimoni atas buku RCMBB perdana memberikan bukti dari keampuhan buku ini. Dan ternyata, kebanyakan dari mereka ini adalah penulis yang lahir atau berhasil menerbitkan buku perdananya setelah membaca buku RCMBB edisi murah meriah tersebut.

Untuk edisi revisi kali ini, penulisnya menambahkan sebelas bab baru, di antaranya Bersiasat dengan Tema Bestseller; Menghindari Kelemahan Buku Kumpulan Tulisan; Melengkapi dan Merapikan Naskah; Bagaimana Mendapatkan Endorsement; Bagaimana Menembus Penerbit; Delapan Langkah Membuat Penerbitan Mandiri; Dari Fast Book Menjadi Masterpiece; Menjadi Penulis Buku Ber-Mindset Penjual; Strategi Promosi Buku Bestseller; Mem-branding Diri dengan Buku; dan Lima Kebiasaan Produktif Penulis Bestseller. Bab-bab terbaru ini semakin melengkapi edisi perdana dan tampaknya akan semakin memudahkan kita dalam mencerna maupun mewujudkan sebuah buku bestseller.

Memang, ada anggapan bahwa menulis sebuah buku saja sudah merupakan sebuah kesuksesan bagi seseorang. Jarang ada sebuah pemikiran bagaimana menjadikan sebuah karya tersebut bestseller dengan terencana. Setiap kesuksesan mempunyai kunci sukses, demikian juga dengan pembuatan buku bestseller. Kunci sukses membuat buku bestseller dapat dipelajari oleh setiap orang, karena tidak ada kesulitan dalam mengaplikasikan semua kiat yang sudah terangkum dalam RCMBB ini.

Edy Zaqeus menyatakan demikian, “Melahirkan buku tak ubahnya melahirkan seorang ‘anak’. Sukses kita diawali oleh keberhasilan kita dalam melahirkan anak tersebut. Selanjutnya, supaya masa depannya sukses, berikan dia makanan yang bergizi serta pakaian, perawatan, perhatian, pendidikan, dan lingkungan terbaik. Jadi, jangan sia-siakan dia. Jangan biarkan dia tumbuh liar dan tanpa masa depan yang pasti.” Dengan melahirkan sebuah karya bestseller maka segala usaha yang telah dikeluarkan untuk membuat sebuah buku itu rasanya tidak akan terbuang percuma.

Membuat buku menjadi bestseller merupakan ide yang tampaknya jarang dipikirkan oleh sebagian penulis. Bestseller atau tidaknya sebuah buku biasanya diserahkan pada pasar yang menilai. Jika buku tersebut bagus, biasanya publiklah yang membaca, membeli, dan menentukan apakah buku tersebut menjadi buku bestseller atau tidak. Padahal, buku apa pun sebenarnya bisa dipersiapkan sebaik mungkin agar menjadi bestseller.

Itu sebabnya, kadang membuat buku menjadi bestseller seakan-akan jadi rahasia ‘mahal’ yang jarang diketahui oleh para penulis kebanyakan, bahkan yang terkenal sekalipun. Namun, dalam buku RCMBB ini Edy Zaqeus memberikan berbagai ide menarik atau pencerahan. Dan, mungkin ide-ide atau pencerahan itu tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Dari RCMBB ini kita akan diyakinkan bahwa bestseller-nya sebuah buku itu semata tidak tergantung pada pasar (pembaca), tetapi juga bisa kita ciptakan, rencanakan, dan rancang sedemikian rupa sepanjang proses penulisan buku kita.

Membaca buku RCMBB akan membuat kita merasa seperti dituntun oleh penulis secara langsung. Step by step pembuatan buku dijelaskan secara gamblang dengan penuturan yang mengalir dan tidak membosankan. Dalam RCMBB ini juga disertakan data-data penjualan buku bestseller lainnya, contohnya buku ESQ-nya Ary Ginanjar yang terjual lebih dari 455.000 eksemplar hingga tahun 2007 lalu. Sebuah angka yang fantastis, yang selain memberikan keuntungan finansial tentunya rasa bangga dan nilai aktualisasi diri yang pastinya terpenuhi. Dengan membaca berbagai kisah sukses penulis bestseller di bidang nonfiksi di sini, mungkin kita bisa mengetahui potensi sebuah buku bestseller. Dari kasus buku ESQ ini juga kita seperti disadarkan akan potensi atau kekuatan buku sebagai penopang kesuksesan kiprah seorang trainer atau public speaker.

RCMBB mengupas secara detail unsur-unsur yang diperlukan oleh seorang penulis supaya dapat melahirkan buku bestseller. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman penulisnya sendiri dalam menerbitkan beberapa buku bestseller serta pengalaman para narasumber yang pernha diwawancarai. Bab-babnya pun disusun dalam rangkaian yang runut dan tidak meloncat-loncat idenya, antara satu pemikiran dengan yang lainnya. Memang, seperti dikatakan oleh penulisnya dalam Pendahuluan, buku ini memang lebih menonjolkan kiat-kiat praktis ketimbang uraian-uraian teoritis. Buku ini juga lebih ditujukan untuk memotivasi, menguatkan, dan menggerakkan agar setiap orang segera berani menulis buku.

Kelemahan buku ini menurut saya—kalau bisa dibilang sebagai kelemahan—terletak pada contoh-contoh pemaparan penjelasan setiap bab. Sebagai contoh, pada bab Menggali dengan Teknik Wawancara hanya dipaparkan sejumlah teknik wawancara yang menurut penulisnya bagus untuk digunakan. Namun, penulisnya tidak diberi contoh hasil dari teknik wawancaranya tersebut dalam bentuk lampiran atau kutipan wawancara dengan seorang narasumber. Padahal, salah satu basis penyusunan buku ini adalah wawancara dengan sekian banyak penulis sukses. Namun, karena dijelaskan di awal oleh penulisnya bahwa buku ini tidak bersifat teoritis dan lebih memotivasi sifatnya, kelemahan ini relatif masih dapat dimaklumi.

Bagi saya, akan lebih baik kalau buku ini memberikan penambahan contoh dan teori-teori penulisan pada bab-babnya sehingga pembaca bisa belajar lebih banyak mengenai teori menulis. Dengan demikian, kita bisa membuat gambaran secara utuh, baik dari segi kiat praktisnya maupun teorinya. Dengan begitu kita akan lebih lancar dalam membuat sebuah buku dan tidak kesulitan dalam mencari referensi teori menulis. Walau dugaan saya, posisi tidak memasukkan banyak teori itu mungkin sengaja diambil oleh penulis buku ini mengingat di pasaran telah beredar banyak buku yang mengupas berbagai teori dalam menulis, namun kurang dalam memberikan contoh-contoh praktis berbasis pengalaman.

Buat penulis ataupun pecinta buku yang mempunyai hobi membaca, buku ini sebaiknya kita baca. Kita akan semakin paham dan terdorong untuk meningkatkan kualitas buku kita, sekaligus memperbesar peluang menjadikannya bestseller. Sedangkan bagi para pecinta buku yang hobi membaca, mari kita bebaskan ide kita dengan mulai menulis dan tidak sekadar membaca buku saja. Karena, menurut Edy Zaqeus ternyata membuat buku bestseller itu tidaklah sulit. Yang jelas, setelah membaca buku ini, saya tersadar bahwa menulis buku bestseller dapat dilakukan oleh semua orang. Menulis buku bestseller? Rasanya Anda dan saya juga bisa![sn]

Oleh: Sofa Nurdiyanti*


Follow @petraya