Undangan vs BBM dan SMS

Siapa yang tidak kenal BBM (Blackberry Messenger, bukan Bahan Bakar Minyak) ? Perangkat lunak chatting ini begitu populer di kalangan pengguna ponsel cerdas Blackberry, dengan BlackBerry Messenger, pengguna ponsel BlackBerry dapat saling berkirim pesan ataupun gambar melalui jaringan RIM. Orang dapat saling berkirim pesan dengan cepat dan berbiaya lebih murah. Bahkan beberapa waktu lalu di twitter muncul tweet bahwa kelak undangan cetak akan mati dan digantikan oleh BBM dan SMS. Se-ekstrim itukah? Beberapa orang memang mencari praktis dengan mengirim undangan via BBM atau SMS kepada orang lain untuk menghadiri suatu acara daripada harus repot mengetik undangan dan menggandakannya.

Tapi mari sekarang kita lihat dari aspek etika. Dari segi biaya memang hemat, tapi coba Anda bayangkan jika misal ada orang yang mengirimi Anda undangan pernikahan via SMS, tentu Anda akan mengernyitkan dahi sambil membaca SMS-nya meskipun Anda paham isinya. Tentu hal ini kurang etis dan sopan, acara sepenting pernikahan hanya menggunakan pesan singkat SMS. Minimal orang tersebut memberikan undangan cetak meskipun dikirim via pos sekalipun.

Dalam hal tertib organisasi, tentu jika mengirim surat keluar kita harus mempunyai arsipnya untuk dokumentasi dan diurutkan berdasar nomor surat. Begitu juga dengan surat masuk, harus ada dokumentasinya. Jika surat resmi dikirim via SMS atau BBM maka bagaimana mendokumentasikannya? Hal ini juga berlaku jika sebuah organisasi ingin mengirimkan undangan kepada orang sepenting bupati, adalah tindakan yang kurang pantas jika mengirimkan undangan via layanan pesan pendek.

Kembali ke judul artikel ini, Undangan VS BBM dan SMS. Mana yang menang? Tentu kita harus melihat konteksnya lebih dulu, untuk momen seperti pernikahan, khitan, acara resmi tentu lebih tepat jika menggunakan undangan cetak. Namun jika itu bukan acara resmi, seperti ajakan hangout, tak masalah jika mengundang teman-teman via SMS atau BBM.


Follow @petraya